Perbedaan dan manfaat AHA Dan BHA dalam Skincare

6 bulan yang lalu

AHA dan BHA dalam Skincare:

Perbedaan dan Manfaatnya

 

Ketika kamu memilih produk skincare, kamu barangkali sering menemukan istilah AHA dan BHA dalam kandungannya. Biasanya sih keduanya ada di dalam produk yang fungsi utamanya adalah bekerja sebagai eksfoliator (exfoliator). Tapi, apakah AHA dan BHA adalah dua jenis bahan yang sama? Kalau berbeda, apa beda antara keduanya?

 

Untuk membantumu menemukan jawabannya, yuk simak dulu penjelasannya berikut ini! Dengan begitu, kamu bisa memahami apakah produk skincare dengan kandungan AHA dan/atau BHA adalah produk yang kamu butuhkan, seperti yang juga bisa kamu temukan dalam rangkaian produk dari DRW Skincare.

 

Apa Itu AHA dan BHA?

 

AHA dan BHA merupakan jenis asam hidroksi (hydroxy acid). Kedua bahan ini bisa kamu temukan dalam produk skincare seperti pembersih, toner, pelembap, scrub, masker wajah, dan peel. 

 

Fungsi utama dari AHA dan BHA adalah untuk mengeksfoliasi. Nah, berdasarkan dengan tingkat konsentrasi bahan di dalam produk, kandungan AHA atau BHA ini dapat bekerja mengeksfoliasi kulit dengan menyingkirkan sel-sel kulit mati dari permukaan kulit, atau malah menyingkirkan seluruh lapisan terluar kulit. 

 

Tapi, antara AHA dan BHA, mana yang lebih bagus? Pada dasarnya sih, tidak ada jenis yang lebih bagus dari yang lain. Soalnya, keduanya sama-sama merupakan bahan aktif yang sangat efektif untuk eksfoliasi, terutama untuk deep exfoliation.

 

Apa Saja Manfaat AHA dan BHA?

 

Karena pada dasarnya AHA dan BHA adalah sama-sama bahan aktif untuk eksfoliasi kulit, sebenarnya kedua bahan ini memiliki manfaat yang serupa. Secara garis besar, manfaat AHA dan BHA dalam skincare seperti yang bisa kamu temukan dalam produk DRW Skincare adalah sebagai berikut:

 

  1. Mengurangi inflamasi, yang merupakan tanda umum pada kasus kulit berjerawat, rosacea, maupun masalah kulit lainnya.
  2. Mengurangi tampilan pori-pori besar dan keriput pada permukaan kulit.
  3. Membantu meratakan warna kulit, misalnya agar tidak terlihat belang.
  4. Meningkatkan tekstur kulit secara keseluruhan.
  5. Menyingkirkan sel-sel kulit mati.
  6. Menghilangkan sumbatan pada pori-pori kulit untuk mencegah jerawat.

 

Apa Perbedaan AHA dan BHA?

 

Meski demikian, pada dasarnya AHA dan BHA adalah dua jenis kategori asam hidroksi yang berbeda. Karena itulah namanya juga berbeda – AHA alias alpha hydroxy acid, dan BHA alias beta hydroxy acid.

 

  • AHA merupakan jenis asam yang dapat larut dalam air (water soluble) dan terbuat dari buah-buahan yang manis. Jenis bahan yang satu ini dapat membantu mengelupaskan lapisan kulit paling luar untuk mempercepat produksi sel-sel kulit yang lebih baru dengan pigmentasi yang lebih merata.
  • Oleh karenanya, apabila kamu sudah menggunakan produk dari DRW Skincare dengan kandungan AHA, kamu pasti bisa merasakan sendiri kalau kulitmu terasa lebih lembut saat dipegang.

 

  • Sementara itu, BHA adalah jenis asam yang dapat larut dalam minyak (oil soluble). Berbeda dengan AHA, BHA ini dapat masuk ke dalam pori-pori lebih dalam, sehingga BHA pun mampu menyingkirkan sel-sel kulit mati serta sebum berlebih yang diproduksi kelenjar minyak di dalam kulit.

 

Antara AHA dan BHA, Pilih yang Mana?

 

Nah, berdasarkan penjelasan di atas, mana sebaiknya jenis bahan asam hidroksi yang kamu pilih, AHA atau BHA? Untuk menjawabnya, kenali dulu yuk apa kegunaan spesifik AHA serta BHA agar kamu bisa memilih apakah AHA, BHA, atau malah keduanya yang cocok untuk merawat kulitmu.

 

Secara umum, kandungan AHA bermanfaat untuk:

 

  1. Mengatasi hiperpigmentasi yang bersifat ringan, seperti age spot (bercak hitam pada kulit karena faktor usia), luka, dan melasma.
  2. Mengatasi masalah tampilan pori-pori kulit yang membesar.
  3. Menghilangkan garis-garis halus dan keriput pada permukaan kulit wajah.
  4. Meratakan warna kulit, misalnya dalam kasus kulit belang. 

 

Sering kali, produk skincare dengan kandungan AHA dipasarkan dan diklaim aman untuk semua jenis kulit. Meski demikian, kamu perlu perhatikan bahwa kandungan AHA ini bisa membuat kulitmu jadi iritasi apabila kamu memiliki kulit yang sangat kering dan sensitif. Dalam hal ini, kamu perlu menggunakan AHA secara perlahan dan tidak langsung menggunakannya setiap hari untuk mencegah risiko iritasi pada kulit.

 

Sedangkan BHA adalah bahan yang paling sering digunakan untuk mengatasi masalah pada kulit wajah karena jerawat atau kerusakan yang disebabkan oleh paparan sinar matahari.

Selain bisa masuk ke pori-pori lebih dalam untuk menyingkirkan kotoran dan sel-sel kulit mati penyumbat pori-pori, BHA juga bisa masuk ke dalam folikel rambut untuk membantu mengatasi masalah produksi minyak kulit atau sebum berlebih. 

 

Karena kemampuan BHA itulah bahan ini jadi paling cocok digunakan kalau kamu punya jenis kulit berminyak dan kombinasi. Akan tetapi, BHA juga bisa digunakan untuk membantu menenangkan kulit sensitif jika penggunaannya dilakukan dalam tingkat konsentrasi yang lebih rendah. Kamu yang punya masalah kulit kemerahan karena rosacea juga bisa meredakan masalah tersebut dengan menggunakan produk yang mengandung BHA.

 

 Cara Penggunaan AHA

 

Secara umum, segala jenis AHA merupakan eksfoliator yang sangat ampuh. Tapi, tingkat efektivitasnya serta cara penggunaannya sendiri berbeda-beda bergantung pada jenis AHA-nya. Meski begitu, kadar konsentrasi AHA yang maksimal biasanya dibatasi hanya sampai 10 hingga 15 persen.

  • penggunaan produk yang mengandung AHA, termasuk produk dari DRW Skincare, selalu gunakan secara perlahan, misalnya seminggu 3 kali dulu. Jadi, jangan langsung gunakan setiap hari, terutama untuk produk baru. Dengan car aini, risiko efek samping karena penggunaan BHA pun bisa dikurangi, seperti iritasi.

 

Dan terlepas dari apa jenis AHA yang kamu pakai, AHA adalah jenis eksfoliator dengan efek yang kuat. Efeknya, kulitmu nanti akan jadi lebih sensitif terhadap sinar matahari. Jadi, selalu gunakan sunscreen di pagi hari setelah penggunaan produk AHA di malam sebelumnya untuk mencegah kulit terbakar karena sinar matahari, age spot, hingga risiko kanker kulit.

Beberapa jenis AHA yang umum digunakan dalam produk skincare misalnya:

  1. Glycolic acid, untuk mencegah jerawat karena punya kandungan antimikroba.
  2. Lactic acid, untuk efek anti-aging.
  3. Tartaric acid, untuk mengatasi tanda-tanda kerusakan karena matahari dan jerawat.
  4. Citric acid, untuk menetralkan pH kulit dan meratakan kulit.
  5. Malic acid, yang merupakan gabungan AHA-BHA, yang dapat meningkatkan efektivitas jenis AHA lainnya.
  6. Mandelic acid, untuk memperbaiki tekstur dan ukuran pori-pori kulit.

 

Cara Penggunaan BHA

 

BHA pada dasarnya juga dapat digunakan setiap hari. Hanya saja, sama seperti ketika kamu mencoba produk dengan AHA untuk pertama kali, gunakan produk dengan BHA secara bertahap terlebih dahulu, ya! Pada awalnya, pakailah produk dengan BHA hanya 3 kali seminggu agar kulitmu terbiasa dulu.

 

Lain dengan AHA, BHA sebenarnya tidak membuat kulit jadi lebih sensitif terhadap paparan sinar matahari. Meski begitu, kamu tetap harus menggunakan sunscreen tiap hari untuk mencegah kerusakan yang lebih parah pada kulit.

 

Jenis - jenis BHA misalnya:

 

  • Salicylic acid, yang sangat populer sebagai kandungan untuk merawat kulit berjerawat.
  • Citric acid, yang sebagai BHA bekerja untuk mengeringkan sebum berlebih dan membersihkan pori-pori dari sel-sel kulit mati. 

 

Itulah rangkuman penjelasan tentang AHA dan BHA dalam produk skincare, plus manfaatnya untuk kulitmu.

semoga bermanfaat 

Free konsultasi dengan dokter langsung 

WA : 0812 8486 4904